Tampilkan postingan dengan label Sman 1 Ultra. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 November 2012
1.
Museum Bala Putra Dewa
Museum Bala Putra Dewa ini
dibangun pada tahun 1977 dengan arsitektur tradisional Palembang diatas areal
seluas 23.565 meter persegi dan diresmikan pada tanggal 5 November 1984.
Pada mulanya museum ini bernama Negeri
Provinsi Sumatera Selatan, selanjutnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor : 1223/1990 tanggal 4 April 1990 Museum ini diberi nama Museum
Negeri Provinsi Sumatera Selatan Bala Putra Dewa. Nama Bala Putra Dewa berasal dari nama seorang raja
Sriwijaya yang memerintah pada abad VIII-IX yang mencapai kerajaan Maritime.
Di museum ini terdapat koleksi yang
menggambarkan corak ragam kebudayaan dan alam Sumatera Selatan. Koleksnya
terdiri dari berbagai benda histografi etnografi felologi, keramik, teknologi
modern, seni rupa, flora dan fauna serta geologi. Selain itu terdapat rumah
Limas dan rumah Ulu asli, kita dapat melihat dengan menggunakan kendaraan umum
trayek km 12
Di
museum ini terdapat sekitar 2000 koleksi barang-barang tradisional Palembang,
ofset binatang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, dan beberapa miniatur
rumah di pedalaman. Terdapat pula replika prasasti dari arca kuno yang pernah
ditemukan di Bukit Siguntang.
Di museum ini
terdapat koleksi yang menggambarkan corak ragam kebudayaan dan alam Sumatera
Selatan. Koleksinya terdiri dari berbagai benda histografi, etnografi,
felologi, keramik, teknologi modern, seni rupa, flora dan fauna, serta geologi.
Selain itu terdapat rumah Limas dan rumah Ulu asli yang merupakan rumah adat di
propinsi Sumatera Selatan.
2.
Pulau Kemaro (Pelau Kemarau)
Pulau di tengah laut sepertinya sudah biasa.
Tak disangka ternyata di tengah-tengah Sungai Musi di Palembang terdapat suatu
pulau yang dinamakan Pulau Kemaro oleh penduduk setempat. Kemaro sendiri
berasal dari bahasa Palembang, yang berati kemarau. Dinamakan demikian karena
pulau ini tidak pernah digenangi air meskipun air sungai Musi meningkat, pulau
ini akan tetap kering alias kemarau.
Perjalanan menuju Pulau Kemarau di tempuh
menggunakan ketek atau perahu kecil. Kita dapat menyewa ketek di depan Benteng
Kuto Besak (BKB), perjalanan yang ditempuh sekitar 25 menit dengan tarif
sekitar Rp. 100.000,- per kapal. Tarif tersebut untuk perjalan pulang-pergi
(PP). Pemilik ketek akan menunggu kurang lebih selama 3 jam atau tergantung
kesepakatan. Angin sepoi-sepoi yang menerpa tubuh ditambah dengan goyangan
kapal kekanan dan kekiri karena deburan gelombang air dari perahu besar yang
lewat di dekat ketek menambah sensasi tersendiri dalam perjalanan ini.
Jika
tidak suka berlama-lama di perjalanan, kita dapat menggunakan perahu boat,
dengan tarif sekitar Rp. 150.000,- per kapal, waktu yang ditempuh hanya sekitar
15 menit tentu saja lebih cepat dibandingkan menggunakan ketek tapi sayangnya
kita kurang bisa menikmati serunya di perjalanan.
Di atas Pulau Kemarau terdapat sebuah pagoda
besar, klenteng, pohon cinta, patung-patung dan gundukan-gundukan tanah yang
katanya adalah makam dari Siti Fatimah, Tan Bun An, dan pengawalnya.
Ada sebuah legenda yang diyakini masyarakat
sebagai sejarah dari terbentuknya pulau ini. Di atas pulau kemarau ada sebuah
batu prasasti yang menceritakan seperti ini “Ada legenda seorang putri raja
bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa yang bernama
Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang, Siti Fatimah diajak kedaratan
Tionghoa untuk melihat orang tua Tan Bun An setelah di sana beberapa watu Tan
Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 (tujuh) buah
guci. Sesampainya di perairan Musi dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat
hadiah yang diberikan, begitu dibuka Tan Bun An kaget sekali isinya sawi-sawi
asin. Tanpa banyak berpikir langsung dibuangnya ke sungai, tapi guci terakhir
terjatuh dan pecah di atas dek perahu layar, ternyata ada hadiah yang tersimpan
di dalamnya, Tan Bun An tidak banyak berpikir ia langsung melompat ke sungai
untuk mencari guci-guci tadi, sesorang pengawal juga terjun untuk membantu,
melihat 2 (dua) orang tersebut tidak muncul Siti Fatimah pun ikut lompat untuk
menolong, ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi, penduduk sekitar pulau
sering mendatangi Pulau Kemarao untuk mengenang 3 (tiga) orang tersebut dan
tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat keramat sekali”.
Selain legenda mengenai pulau kemarau
tersebut, di pulau ini juga terdapat mitos tentang pohon cinta. Konon katanya
apabila seseorang menuliskan namanya dan pasangannya di pohon cinta tersebut
maka jalinan cinta mereka akan semakin langgeng dan mesrah dan bagi yang belum
memiliki pasangan bila menuliskan namanya dan nama orang yang disukainya maka suatu
saat nanti mereka akan menjadi sepasang kekasih baru
Pulau Kemaro merupakan tempat yang spesial
untuk etnis Thionghoa. Pulau ini akan ramai di datangi oleh para pengunjung
etnis cina baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand,
Cina dan beberapa negara lainnya terutama pada saat Cap Go Me. Selain melawati
jalur sungai pada hari itu akan disediakan jembatan dari tongkang untuk
memudahkan akses kesana. Pada saat Cap Go Me juga ada pertunjukkan seperti
barongsai, liong, wayang orang, tanjidor dan band.Perayaan Cap Go Me bisa
menjadi moment yang pas jika ingin berkunjung ke sini.
3.
Bukit Siguntang
Konon peradaban nusantara bermula di pesisir,
bukan di perbukitan. Dari bentang pasir yang sejajar bibir lautan atau tepian
sungai itu, leluhur kita memulai jejak eksistensialnya. Jejak peradaban itu
terangkai kebanyakan dari kronik para pengelana yang pernah menyinggahinya.
Mungkin karena renta di makan usia, atau karena tak begitu terbiasa
mengabadikan kabar dalam bentuk tulisan, kita jarang menemukan jejak tulisan
dari para leluhur kita kecuali sedikit saja.
Dari yang sedikit itu, perlu disyukuri bahwa
ada jejak leluhur yang terawat telaten oleh alam di sebuah bukit bernama Siguntang.
Peradaban yang dibangun di pesisir sungai Musi sejak abad 7M, kemudian dirawat
jejaknya oleh bukit kecil ini. Ketika pesisir melahirkan peradaban,
perbukitanlah yang kemudian merawat kisahnya. Ini seumpama asmara abadi dua
wajah daratan membesarkan peradaban manusia yang mendiaminya agar kekal di
rentang sejarah.
Bukit Siguntang adalah sebuah jejak. Ada jejak
artefak sejarah yang direkam oleh daratan yang menonjol setinggi 30meter di
barat daya Palembang ini. Pesona yang sejatinya masih setia menanti untuk
dipinang dalam bentuk ulasan ilmiah. Alih-alih menjadikannya sebagai tempat
“keramat dengan segala horor tahayul” karena kemisteriusannya, tempat
bersejarah ini sejatinya banyak memaparkan kisah memikat tentang awal sebuah
peradaban besar bernama Sriwijaya.
Peradaban Sriwijaya digadang-gadang sebagai
sebuah imperium multinasional pertama nusantara yang kemudian mempengaruhi tak
hanya linimasa sejarah Indonesia, juga kawasan Asia Tenggara dari abad 7M
hingga beratus tahun kemudian. Bahkan di masa perjuangan kemerdekaan, nama
Sriwijaya juga dijadikan ikon perjuangan – bersama Majapahit untuk menunjukkan
kepada pemerintah kolonial dan dunia bahwa Indonesia juga punya bakat sejarah
sebagai bangsa besar mandiri yang pernah merangkum ribuan pulau dan puak dalam
satu wilayah kesatuan.
Adalah arkeolog
Prancis bernama George Coedes yang menyingkap lapisan awal dari jejak yang
kelak melambungkan nama Bukit Siguntang. Dalam sebuah jurnal ilmiah École
française d’Extrême-Orient di tahun 1918, dia memaparkan sebuah riset
ilmiah tentang sebuah imperium Sriwijaya. Kemudian dimulailah penelusuran
sejarah untuk meretas hikayat peradaban besar ini, dengan episentrumnya di
Bukit Siguntang. Dua tahun kemudian, tahun 1920, seorang arkeolog Belanda
bernama M Batenburg menemukan jejak prasasti di Kedukan Bukit, sekitar
Siguntang, yang menegaskan riwayat awal Sriwijaya, yang kelak juga ditahbiskan
sebagai gong kelahiran kota Palembang.
Bukit Siguntang, Bukit Artefak
Hampir keseluruhan
permukaan bukit ini adalah artefak. Artefak seumpama saksi sejarah yang hendak
menceritakan kabar tentang peradaban masa lalu kepada kita yang hidup ribuan
tahun setelahnya. Dimulai dari kaki perbukitan yang mewariskan dua prasasti
kuno Kedukan Bukit (bertarikh 682) dan Talang Tuwo (684). Dari lereng bukit
ditemukan pecahan-pecahan keramik dari masa dinasti
T’ang dan Sung awal (abad 7-10M). Beranjak ke atas menuju puncak
bukit, ada temuan arca Buddha berlanggam Amarawati, reruntuhan stupa dari
bahan batu pasir dan bata, arca Bodhisattwa batu, arca Kuwera, dan arca
Buddha Wairocana dalam posisi duduk lengkap dengan prabha dan
chattra. Ada juga pecahan fragmen prasasti batu yang ditulis dalam aksara
Pallawa dan Bahasa Melayu Kuno, sebuah bukti tertulis yang menceritakan
peperangan dan pesan moral dari persitiwa itu.
Di puncak bukit,
yang kemudian menjadi tempat ziarah dan magnet ketertarikan pengunjung, ada
kompleks pemakaman yang dipercaya menyimpan jasad para pembesar kerajaan
Sriwijaya dan Melayu. Di sini terdapat tujuh makam yang padanya direkatkan
nama-nama; Raja Sigentar Alam, Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar,
Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning, dan
Panglima Bagus Karang.
Sebagian mitos
yang merujuk ke kitab Sulalatus Salatin (kronik silsilah raja-raja Melayu
berabjad Jawi yg ditulis abad 16) menyebutkan bahwa Bukit Seguntang ini
merupakan tempat petilasan Sang Sapurba, yang dipercaya sebagai keturunan Raja
Agung dari Macedonia: Iskandar Zulkarnain, yang kisahnya diceritakan juga dalam
al-Quran. Sang Sapurba dianggap menurunkan raja-raja Melayu di Sumatera,
Kalimantan Barat, dan Semenanjung Malaya. Juga, bukit Siguntang diibaratkan
sebagai potongan Gunung Mahameru dalam kepercayaan Hindu-Buddha, dan
dianggap suci karena menjadi habitat cikal bakal orang-orang Melayu.
Sedemikian banyak
artefak beserta kandungan kisah sejarah yang ditemukan, menjadikan bukit ini
sebagai bukti penting akan kejayaan peradaban Sriwijaya di masanya. Sumber lain
dari catatan perjalanan pendeta China I Tsing tahun 671 dan 695 yang
menyinggahi Sriwijaya menyebutkan bahwa bukit ini pernah menjadi semacam
padepokan pusat pendidikan agama Buddha. Pada abad ke-9 bahkan tercatat ada
1000 orang pendeta Buddha berguru pada Maha Guru Suvarnadvipa Dharmakirti.
Satu hal yang
perlu disadari oleh masyarakat kita bahwa warisan Sriwijaya yang paling melekat
hingga kini adalah warisan bahasa Melayu yang mulai dipakai di zaman Sriwijaya
sebagai bahasa pasar/pergaulan di daerah-daerah kekuasaannya, terutama di
pelabuhan-pelabuhan yang menjadi tempat pertemuan berbagai suku bangsa
nusantara. Bahasa ini kemudian mengejawantah menjadi bahasa Indonesia yang
dipakai hingga kini, setelah mengarungi berbagai zaman hingga 1330 tahun
lamanya.
Sebuah Bukit, Beragam Pesona
Bukit
Siguntang yang rindang dan sejuk selayaknya menjadi sebuah tujuan wisata yang
eksotik bagi warga sekitar ataupun pengunjung dari luar. Sebuah bukit yang
memendam banyak pesona ini layak untuk dijadikan salah satu tujuan wisata
unggulan, terlebih karena letaknya hanya sekitar 4 km dari pusat kota
Palembang. Jalur transportasi menuju tempat ini sudah cukup memadai sehingga
yang diperlukan hanyalah promosi yang gencar untuk lebih menarik pengunjung.
Selain
perlu untuk lebih menata bukit ini agar tak nampak sebagai hutan belantara tak
terurus, pihak pengelola juga perlu untuk memberikan asupan informasi terutama
mengenai sejarah artefak-artefak yang ada di perbukitan ini. Sebagai salah satu
saksi muasal peradaban Sriwijaya, bukit ini layak menjadi episentrum pengetahuan
arkeologis. Apalagi ditengarai bahwa masih banyak artefak lain yang mungkin
bertebaran di sekitar bukit yang indah ini. Juga makam-makam yang terdapat di
puncak bukit ini perlu ditelusuri riwayat sejarahnya secara ilmiah, agar tak
terkubur begitu saja dengan berbagai mitos dan takhayul yang mengaburkan nilai
sejarahnya.
Sebagai
situs sejarah, Bukit Siguntang tentu menarik untuk ditelusuri. Tak hanya
arkeolog dan sejarahwan domestik saja, namun mungkin saja ilmuwan luar negeri
tertarik untuk menggali lebih dalam kandungan sejarahnya. Apalagi diketahui
bahwa beberapa peradaban Asia Tenggara semisal Khmer, Myanmar, Pattani bahkan
China dan India punya keterkaitan historis dengan bukit ini.
Adalah
sangat penting untuk lebih menggali pesona historis bukit ini, dengan
menjadikannya sebagai pusat studi alam yang tentu akan sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Sejarah adalah memori
kolektif bangsa, karena itu artefak sejarah ibarat kitab yang menunggu untuk
dimaknai lebih jauh, lebih dalam, demi menggali perbendaharaan budaya bangsa
yang kian lama kian terkikis modernisasi yang makin menjauhkan dari jati diri
sejati bangsa ini.
read more
Jumat, 16 November 2012

Tujuan Pembelajaran Berbasis keunggulan lokal di terapakan di Sekolah Menengah mempunyai tujuan sebagai berikut :
- Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya,
- Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya,
- Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya,
- Melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Sumber : http://sman1ultra.sch.id/html/index.php?id=berita&kode=27 read more
Peringati Hari Lahir Sekolah, SMAN 1 Indralaya Utara Gelar Lomba dan Pameran Kreativitas Siswa
Diposting oleh Unknown di 19.45
Indralaya
Utara- Momen Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara (Rabu, 22 Februari 2012)
diperingati dengan cara berbeda tahun ini. Selain menyelenggarakan
LCCMP (Lomba Cerdas Cermat Mata Pelajaran) antar SMP/MTs Sederajat,
sekolah juga menggelar lomba Olimpiade Komputer dan Story Telling.
Selain itu sekolah turut menggelar acara PANKREAS (Pameran Kreativitas
Siswa).
Acara
Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara dihadiri beberapa pejabat di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Drs. H. Baharuddin Noer, MM
(Kepala Dinas Pendidikan), Ardha Munir, SH, MM (Kepala BNN Kab Ogan
Ilir/ Komite Sekolah), Rudi Pasrah, S.Pd, M.Si ( Kabid SM Dinas
Pendidikan) serta dihadiri oleh Kapolsek, Kepala Sekolah SMP, Kepala
Sekolah SMA/SMK, tamu undangan dari berbagai instansi.
Acara
berjalan seru dan khidmat yang dimulai dengan penampilan atraktif
Marching Band SMAN 1 Indralaya Utara berkolaborasi dengan Atraksi Sulap
Bayu Febrian (Siswa Kelas XII IPA) yang dilanjutkan dengan menyanyikan
Lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala
Sekolah, Komite Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan.
Dra.
Darmawati, MM dalam sambutanya mengatakan “ Acara Hari Lahir bukan
hanya sekedar acara seremonial rutin sekolah yang diadakan setiap tahun
tapi harus bisa dijadikan sebagai intropeksi dan aksi untuk terus
melangkah ke arah yang lebih baik dan maju”.
Setelah
acara pembukaan dilanjutkan dengan pengguntingan pita pembukaan Pameran
Kreativitas Siswa (PANKREAS) Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan
Komunikasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir Drs. H.
Baharuddin Noer, MM. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan
“Penyelenggaraan pameran kreativitas seperti ini harus senantiasa di
fasilitasi oleh sekolah, ini penting untuk memacu motivasi kreativitas
siswa dalam belajar”
Sementara
itu Iwan Hermana, S.Pd (Guru Mata Pelajaran TIK) menambahkan “Produk
Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dipamerkan dalam PANKREAS ini
sangat beragam ada Photografhy,Video Animasi, Blog, Kalender, Stiker,
Poster, ID Card. Produk ini merupakan original karya siswa, Sekolah
mencoba menerapkan pembelajaran berbasis produk, setiap pembelajaran
harus ada produk yang dihasilkan”
Selamat Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara, Semoga Ke Depan Bisa Lebih Baik dan Maju.
Jurnalistik Ultra
SMA Negeri 1 Indralaya berada di Kabupaten Ogan Ilir. Alamatnya Jl. Pesirah MatNang Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara. websitenya SMAN ULTRA Sekolah ini merupakan sekolah Unggulan, Patnership, Model Berbasis ICT dan berbagai macam gelarnya (hhe…) Sekolah ini berdiri pada tahun 2005, namun sudah banyak mencetak bermacam prestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi bahkan nasional sekalipun. (woooowww!!!)
Sekolah ini merupakan sekolah pertama yang menerima pendaftaran Siswa Baru Tahun Pelajaran 2012/2013 juga dilakukan secara online. Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara adalah sekolah pertama yang menerima pendaftaran secara online se-SumSel.
Sekolah ini merupakan sekolah pertama yang menerima pendaftaran Siswa Baru Tahun Pelajaran 2012/2013 juga dilakukan secara online. Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara adalah sekolah pertama yang menerima pendaftaran secara online se-SumSel. Bukan hanya itu, SMAN ULTRA (julukannya) juga berhasil mengadakan MID Online yang merupakan sekolah pertama di Indonesia yang menggunakan fasilitas internet yang satu ini dengan website Edmodo.
SMAN ULTRA juga berprestasi dibidang akademik maupun non-akademik. SMAN ULTRA terkenal dengan Basketball dan Futsal nya dibidang non-akademik. Semoga SMAN ULTRA terus menunjukan peningkatnya dan memberikan inovasi-inovasi terbaru.
VISI
“Mewujudkan warga SMAN 1 Indralaya Utara menjadi, Unggul, Luhur, Taqwa, Rasional dan Amanah (ULTRA)”.
Indikator Visi :
1) Unggul ( Sehat, Menguasai Iptek, Cakap, Kreaktif dan Mandiri )
2) Luhur ( Berbudi pekerti sesuai dengan budaya bangsa )
3) Taqwa ( Taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama )
4) Rasional ( Bersikap dan bertindak berdasarkan pertimbangan ilmiah )
5) Amanah ( Melestarikan lingkungan hidup dan budaya bangsa serta cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara )
MISI
1) Memberikan pembelajaran dan pembinaan serta bimbingan jasmani dan rohani yang intensif agar siswa menjadi insan yang sehat, menguasai Iptek, cakap, kreaktif dan mandiri.
2) Menumbuhkan penghayatan terhadap nilai, norma dan budaya bangsa sebagai sumber keluhuran budi pekerti siswa.
3) Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama dalam segala aspek kehidupan agar siswa menjadi insane yang taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama.
4) Mendidik, membimbing dan melatih siswa berpikir rasional melalui kegiatan akademis maupun non akademis.
5) Mengintensifkan kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara serta melestarikan lingkungan hidup dan budaya bangsa read more
Pembuatan Briket dari Sampah
Tahun
2012 SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara menjalin kerjasama dengan
STIKes Muhammadiyah Palembang. Dengan program kemitraan tersebut, SMA
Negeri 1 Indralaya Utara akan punya banyak alternatif metode untuk
menangani sampah. Teknologi tersebut diharapkan bisa diterapkan oleh
siapa pun dengan bahan baku yang mudah dan murah, yang lebih mendasar
teknologi diharapkan mampu memberikan inspirasi tentang keterjagaan diri
untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitar.
INDRALAYA, Gerakan
pengelolahan lingkungan Go-Green merupakan integrasi Pendidikan
Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) pada kurikulum SMA Negeri 1 Unggulan
Indralaya Utara. Kegiatan tersebut selain menanamkan sikap cinta
terhadap lingkungan juga memanfaatkan sampah organik yang ada di
lingkungan sekolah menjadi briket arang sampah. Melalui kegiatan ini
dharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Indralaya Utara dapat mengaplikaskan
dalam kehidupan sehari-hari.
Prioritas
Program SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara mengenai program SMA
berbasis partnership tahun 2012 adalah peningkatan mutu, pengembangan
keunggulan lokal, pengembangan kemitraan dan pengembangan layanan
sekolah berwawasan lingkungan dan sekolah sehat. Keempat program
tersebut merupakan tahap pembinaan tahun ketiga yang dilaksanakan
sekolah dalam rangka melaksanakan SNP dan PBKL yang berbasis
partnership. Prioritas program tersebut telah disusun oleh 130 SMA
berbasis partnership menjadi program kerja tahun 2012/2013.
Sebagai
bentuk implementasi dari program partnership tersebut, pada hari Kamis
tanggal 27 September 2012 kemarin telah dilaksanakan pembuatan Briket
Arang oleh Program Studi Kesehatan Lingkungan yang menggunakan bahan
baku dari sampah dengan memanfaatkan sampah di lingkungan sekolah yang
diikuti 20 orang siswa-siswi kelas X dan XI
read more
Asyiknya Belajar Di Alam
Kegiatan ini dalam rangkaian Pembelajaran Berbasis Keunggulan lokal
di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara. Pembelajaran ini merupakan
perpaduan dari 3 mata pelajaran yakni Mulok Pertanian, Ekonomi dan TIK,
Mata pelajaran Mulok Pertannian anak diajari budidaya sayuran langsung
dengan praktisi, mata pelajaran ekonomi anak diajari bagaimana mencari
peluang menghitung biaya yang dikeluarkan untuk bercocok tanam dan mata
pelajara TIK belajar mempromosikan dan memasarkan melalui media
teknologi informasi dan komunikasi terutama media internet.
Drs. Jumadi Kardi, M.Si Plt Kepala Sekoalah SMA Negeri 1 Unggulan
Indralaya Utara menuturkan ini adalah Pembelajaran berbasis keunggulan
lokal yang dipadukan dengan beberapa mata pelajaran, kegiatan ini
bertujuan belajar bersama-sama memanfaatkan potensi yang ada. Siswa juga
dilibatkan dari awal, yakni dimulai dari pengolahan tanah atau media
tanam sampai penanaman bibit. Setelah itu, di dampingi pula dalam proses
merawat tanaman sampai berbuah dan siap dipanen. Siswa juga di bimbing
tentang mencarai peluang, penghitungan modal, kebutuhan perawatan,
hingga laba yang didapatkan.
“Sungguh menyenangkan, kami bisa belajar langsung bagaimana mengolah
tanah menjadi media tanam yang baik. Meskipun harus berpanas-panasan dan
kotor, tapi kegiatan ini enjoy sekali dan yang lebih penting
pembelajaran ini sangat bermanfaat” kata Rahma Widya Asih dan Kartika.
Siswa yang lain bernama Dila Badiro menambahkan belajar di lapangan
lebih asik dan kami menjadi terinspirasi memaksimalakan lahan yang ada
dijadikan sebagai peluang usaha, belajar secara langsung menambah
semangat karena kebanyakan belajar itu di kelas saja.
Iwan Hermana, S.Pd mengatakan Implementasi PBKL di SMAN 1 Unggulan
Indralaya Utara berupaya memanfaatkan keunggulan lokal secara maksimal
dengan memadukan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekologi,
ekonomi dan teknologi informasi dan komunikasi, disamping anak-anak
mempelajari cara bercocok tanam, anak juga belajar bagaimana
mempromosikan dan memasarkan melalui media teknologi informasi dan
komunikasi
OSIS
SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara bekerjasama dengan ULTRA ICT Club
akan mengadakan PESTA BLOG SMAN 1 ULTRA 2012. Bentuk kegiatan dalam
Pesta Blog ini adalah Lomba Blog antar Kelas. Setiap kelas dituntut
untuk menampilkan karya kreasinya baik berupa Artikel, Berita, Opini,
Tips& Trik, Kata Mutiara,Humor, Galeri Foto dan kreasi lainya yang
bermuatan nilai inspiratif dan edukatif.
Pelaksanaan
Pesta Blog ini akan dimulai dari tanggal 17 november - 15 Desember
2012, rentang waktu sebulan ini adalah waktu untuk siswa mengupdate
postinganya di blog, dalam waktu sebulan ini juga Tim Juri akan selalu
memantau update blog setiap waktunya. Tim Juri terdiri dari Guru dan
Alumni SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara.
Jargon
Pesta Blog ini Startup Edition - Make a Difference, kata ini sengaja
diambil karena kegiatan ini adalah yang pertama diselenggarakan dan
ingin membuat sesuatu yang berbeda dan bermanfaat.
SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Terapkan Mid Semester Online
INDRALAYA, SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Kabupaten Ogan ilir Sumsel di tahun pelajaran 2012/2013 menerapkan Ujian secara Online, Pelaksanaan ujian secara online diawali dari Mid Semester, Senin (22/10/12), di hari ke Tujuh ada 4 mata pelajaran yang diujikan di Mid Semester Online yakni Sejarah, PAI, Geografi dan Sosiologi.
“Sejauh ini yang kami pantau pelaksanaan Mid Semester Online selama Tujuh hari ini berjalan lancar. Saya memantau langsung ke kelas-kelas, saya pantau pelaksanaan ini berjalan lancar. Kami mengapresiasi pelaksanaan Mid Semeter Online ini, Ujian Online ini sebagai bukti penerapan ICT di SMA Negeri 1 Indralaya Utara makin dirasakan ” kata Plh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara Drs. Jumadi Kardi, M.SI.
Sesuai jadwal dari Wakasek Kurikulum pelaksanaan Mid Semester Online ini dilaksanakan 7 hari mulai dari tanggal 15 – 22 Oktober 2012.
Menurut Jumadi Kardi, Pelaksanaan Ujian Online ini akan menjadi agenda sekolah dalam mewujudkan Sekolah yang mengimplementasikan ICT dalam proses pembelajaran.
M Firdaus, S.Si, Wakasek Kurikulum mengatakan penerapan Ujian MID Online ini bertujuan untuk meningkat kualitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Indralaya Utara.
Pelaksanaan Mid Semeter ini menggunakan jaringan internet, Sebelum pelaksanaan Ujian Online ini Sekolah sudah menerapakan E-learning dalam pembelajaranya sehingga kendala akses internet sudah diantisipasi sebelumnya.
Iwan Hermana, S.Pd Kordinator Pusat Sumber Belajar menambahkan Walaupun Pelaksanaan Mid Semester secara online ini dilaksanakan untuk yang pertamakali ternyata berjalan lancar, hal ini dikarenakan persiapan soal dan maintance disiapkan sebelumnya dengan cukup matang.
Siswa SMAN 1 Unggulan Indralaya Utara Sambut Kedatangan Peserta Pertukaran Pelajar dari Yogyakarta
Diposting oleh Unknown di 19.18Drs. Jumadi Kardi, M.Si Plt Kepala Sekolah dalam acara penyambutan mengatakan,” Para peserta ini akan belajar di kita di sekolah ini, mengenai budaya yang ada di Ogan Ilir dan kita juga akan banyak belajar dari kawan-kawan kita dari Yogyakarta ini” Kamis (9/11/2012). Acara penyambutan ini berlangsung cukup hangat penuh keakraban, para siswa SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara sangat antusias mengikuti acara penyambutan ini.
Sebagaimana Informasi yang diterima Tim Ultra Jurnalistik, Tujuan dari pertukaran pelajar ini mengenalkan keanekaragaman dan adat istiadat di Indonesia terutama yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Kedepan diharapkan rasa nasionalisme dan rasa persatuan dan kesatuan antar pelajar semakin terasah.
Di acara penyambutan ini, Para peserta pertukaran pelajar ini memperkenalkan diri dan mengungkapkan kesan pertama berada di kabupaten Ogan Ilir, Aditya Novianto siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta mengungkapkan kesan yang dirasakannya “ Ini pengalaman pertama saya tinggal di rumah yang dindingnya kayu atau tinggal di rumah kayu khas kabupaten Ogan Ilir”
Haris Imam K siswa kelas XI SMAN 11 Yogyakarta menambahkann “ suasana disini sangat berbeda dengan di yogyakarta, disini bisa bebas memandangi kebo-kebo yang bebas berkeliaran, kalau di jogja agak susah liat kebo karena disitu kebonya dikandangi”
Selain Aditya dan Haris ada 3 kawan lainya yang ditempat di SMA Negeri 1 Unggulan Indrlaya Utara, Zoeys Zamharin siswi SMAN 3 Yogyakarta, Satria Adhi Pamarta Siswa SMAN 10 Yogyakarta dan Laksatya Wirawan siswa SMAN 1 Yogyakarta read more
Penyerahan Hadiah Kelas Berkarakter
Indralaya Utara, Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya
Utara dibawah pimpinan Ketua Kelas Prabowo Daradjatun mendapatkan
penghargaan sebagai kelas berkarakter. Hadiah berupa piala Bergilir
Kelas berkarakter, Sertifikat dan paket alat kebersihan. Hadiah
diserahkan oleh Plt Kepala SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Drs.
Jumadi Kardi, M.Si usai Upacara Bendera, Senin (5/11/2012).
Selain kelas berkikarakter yang mendapatkan hadiah, ada juga
penyerahan hadiah untuk Wali kelas berkarakter dan Siswa berkarakter,
untuk wali kelas berkarakter diperoleh oleh Rusnani Dewi, S.Pd dan Siswa
berkarakter masing-masing oleh Alfiqarisyaputra Kelas X-C, Liawati
Kelas XI IPS 1 dan Imam Abiyu Hamid Siswa kelas XII IPS.
Drs.Jumadi Kardi, M.Si setelah pemberian hadiah mengatakan, hadiah yang diberikan merupakan reward atas kerja cerdas dan prestasi yang telah diraih oleh kelas, guru dan siswa "Jangan dilihat nilainya karena tidak seberapa. Tetapi ini bentuk penghargaan atas kerja cerdas dan prestasi yang telah diraih," katanya read more
Jumat, 09 November 2012
Saya menuntut ilmu di SMA Negeri 1 indralaya Utara dan
sekarang berada di kelas XI.IPA 2.
Dra.
Darmawati, MM. adalah kepala SMA Negeri 1 Indralaya Utara yang ke 4 sejak
berdirinya sekolah ini pada tahun 2005. Lahir di Palembang pada tahun 1965. Menghabiskan masa kecil sampai
selesai tingkat SLTA di Palembang. Jurusan Bahasa IndonesiaUNSRI Palembang
membawanya menjadi seorang sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia.
read more
Langganan:
Postingan (Atom)














