Tampilkan postingan dengan label Sman 1 Ultra. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Laporan Study Lapangan Sejarah

Laporan Study read more

Laporan Study Lapangan Sejarah




1.       Museum Bala Putra Dewa
Museum Bala Putra Dewa ini dibangun pada tahun 1977 dengan arsitektur tradisional Palembang diatas areal seluas 23.565 meter persegi dan diresmikan pada tanggal 5 November 1984.    

Pada mulanya museum ini bernama Negeri Provinsi Sumatera Selatan, selanjutnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 1223/1990 tanggal 4 April 1990 Museum ini diberi nama Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Bala Putra Dewa.              Nama Bala Putra Dewa berasal dari nama seorang raja Sriwijaya yang memerintah pada abad VIII-IX yang mencapai kerajaan Maritime.



Di museum ini terdapat koleksi yang menggambarkan corak ragam kebudayaan dan alam Sumatera Selatan. Koleksnya terdiri dari berbagai benda histografi etnografi felologi, keramik, teknologi modern, seni rupa, flora dan fauna serta geologi. Selain itu terdapat rumah Limas dan rumah Ulu asli, kita dapat melihat dengan menggunakan kendaraan umum trayek km 12
Di museum ini terdapat sekitar 2000 koleksi barang-barang tradisional Palembang, ofset binatang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, dan beberapa miniatur rumah di pedalaman. Terdapat pula replika prasasti dari arca kuno yang pernah ditemukan di Bukit Siguntang.



Di museum ini terdapat koleksi yang menggambarkan corak ragam kebudayaan dan alam Sumatera Selatan. Koleksinya terdiri dari berbagai benda histografi, etnografi, felologi, keramik, teknologi modern, seni rupa, flora dan fauna, serta geologi. Selain itu terdapat rumah Limas dan rumah Ulu asli yang merupakan rumah adat di propinsi Sumatera Selatan.

2.       Pulau Kemaro (Pelau Kemarau)
Pulau di tengah laut sepertinya sudah biasa. Tak disangka ternyata di tengah-tengah Sungai Musi di Palembang terdapat suatu pulau yang dinamakan Pulau Kemaro oleh penduduk setempat. Kemaro sendiri berasal dari bahasa Palembang, yang berati kemarau. Dinamakan demikian karena pulau ini tidak pernah digenangi air meskipun air sungai Musi meningkat, pulau ini akan tetap kering alias kemarau.
Perjalanan menuju Pulau Kemarau di tempuh menggunakan ketek atau perahu kecil. Kita dapat menyewa ketek di depan Benteng Kuto Besak (BKB), perjalanan yang ditempuh sekitar 25 menit dengan tarif sekitar Rp. 100.000,- per kapal. Tarif tersebut untuk perjalan pulang-pergi (PP). Pemilik ketek akan menunggu kurang lebih selama 3 jam atau tergantung kesepakatan. Angin sepoi-sepoi yang menerpa tubuh ditambah dengan goyangan kapal kekanan dan kekiri karena deburan gelombang air dari perahu besar yang lewat di dekat ketek menambah sensasi tersendiri dalam perjalanan ini.

Jika tidak suka berlama-lama di perjalanan, kita dapat menggunakan perahu boat, dengan tarif sekitar Rp. 150.000,- per kapal, waktu yang ditempuh hanya sekitar 15 menit tentu saja lebih cepat dibandingkan menggunakan ketek tapi sayangnya kita kurang bisa menikmati serunya di perjalanan.
Di atas Pulau Kemarau terdapat sebuah pagoda besar, klenteng, pohon cinta, patung-patung dan gundukan-gundukan tanah yang katanya adalah makam dari Siti Fatimah, Tan Bun An, dan pengawalnya.

Ada sebuah legenda yang diyakini masyarakat sebagai sejarah dari terbentuknya pulau ini. Di atas pulau kemarau ada sebuah batu prasasti yang menceritakan seperti ini “Ada legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang, Siti Fatimah diajak kedaratan Tionghoa untuk melihat orang tua Tan Bun An setelah di sana beberapa watu Tan Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 (tujuh) buah guci. Sesampainya di perairan Musi dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan, begitu dibuka Tan Bun An kaget sekali isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir langsung dibuangnya ke sungai, tapi guci terakhir terjatuh dan pecah di atas dek perahu layar, ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya, Tan Bun An tidak banyak berpikir ia langsung melompat ke sungai untuk mencari guci-guci tadi, sesorang pengawal juga terjun untuk membantu, melihat 2 (dua) orang tersebut tidak muncul Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong, ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi, penduduk sekitar pulau sering mendatangi Pulau Kemarao untuk mengenang 3 (tiga) orang tersebut dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat keramat sekali”.

Selain legenda mengenai pulau kemarau tersebut, di pulau ini juga terdapat mitos tentang pohon cinta. Konon katanya apabila seseorang menuliskan namanya dan pasangannya di pohon cinta tersebut maka jalinan cinta mereka akan semakin langgeng dan mesrah dan bagi yang belum memiliki pasangan bila menuliskan namanya dan nama orang yang disukainya maka suatu saat nanti mereka akan menjadi sepasang kekasih baru

Pulau Kemaro merupakan tempat yang spesial untuk etnis Thionghoa. Pulau ini akan ramai di datangi oleh para pengunjung etnis cina baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina dan beberapa negara lainnya terutama pada saat Cap Go Me. Selain melawati jalur sungai pada hari itu akan disediakan jembatan dari tongkang untuk memudahkan akses kesana. Pada saat Cap Go Me juga ada pertunjukkan seperti barongsai, liong, wayang orang, tanjidor dan band.Perayaan Cap Go Me bisa menjadi moment yang pas jika ingin berkunjung ke sini.


3.       Bukit Siguntang
Konon peradaban nusantara bermula di pesisir, bukan di perbukitan. Dari bentang pasir yang sejajar bibir lautan atau tepian sungai itu, leluhur kita memulai jejak eksistensialnya. Jejak peradaban itu terangkai kebanyakan dari kronik para pengelana yang pernah menyinggahinya. Mungkin karena renta di makan usia, atau karena tak begitu terbiasa mengabadikan kabar dalam bentuk tulisan, kita jarang menemukan jejak tulisan dari para leluhur kita kecuali sedikit saja.

Dari yang sedikit itu, perlu disyukuri bahwa ada jejak leluhur yang terawat telaten oleh alam di sebuah bukit bernama Siguntang. Peradaban yang dibangun di pesisir sungai Musi sejak abad 7M, kemudian dirawat jejaknya oleh bukit kecil ini. Ketika pesisir melahirkan peradaban, perbukitanlah yang kemudian merawat kisahnya. Ini seumpama asmara abadi dua wajah daratan membesarkan peradaban manusia yang mendiaminya agar kekal di rentang sejarah.
Bukit Siguntang adalah sebuah jejak. Ada jejak artefak sejarah yang direkam oleh daratan yang menonjol setinggi 30meter di barat daya Palembang ini. Pesona yang sejatinya masih setia menanti untuk dipinang dalam bentuk ulasan ilmiah. Alih-alih menjadikannya sebagai tempat “keramat dengan segala horor tahayul” karena kemisteriusannya, tempat bersejarah ini sejatinya banyak memaparkan kisah memikat tentang awal sebuah peradaban besar bernama Sriwijaya.
Peradaban Sriwijaya digadang-gadang sebagai sebuah imperium multinasional pertama nusantara yang kemudian mempengaruhi tak hanya linimasa sejarah Indonesia, juga kawasan Asia Tenggara dari abad 7M hingga beratus tahun kemudian. Bahkan di masa perjuangan kemerdekaan, nama Sriwijaya juga dijadikan ikon perjuangan – bersama Majapahit untuk menunjukkan kepada pemerintah kolonial dan dunia bahwa Indonesia juga punya bakat sejarah sebagai bangsa besar mandiri yang pernah merangkum ribuan pulau dan puak dalam satu wilayah kesatuan.
Adalah arkeolog Prancis bernama George Coedes yang menyingkap lapisan awal dari jejak yang kelak melambungkan nama Bukit Siguntang. Dalam sebuah jurnal ilmiah École française d’Extrême-Orient di tahun 1918, dia memaparkan sebuah riset ilmiah tentang sebuah imperium Sriwijaya. Kemudian dimulailah penelusuran sejarah untuk meretas hikayat peradaban besar ini, dengan episentrumnya di Bukit Siguntang. Dua tahun kemudian, tahun 1920, seorang arkeolog Belanda bernama M Batenburg menemukan jejak prasasti di Kedukan Bukit, sekitar Siguntang, yang menegaskan riwayat awal Sriwijaya, yang kelak juga ditahbiskan sebagai gong kelahiran kota Palembang.

Bukit Siguntang, Bukit Artefak


Hampir keseluruhan permukaan bukit ini adalah artefak. Artefak seumpama saksi sejarah yang hendak menceritakan kabar tentang peradaban masa lalu kepada kita yang hidup ribuan tahun setelahnya. Dimulai dari kaki perbukitan yang mewariskan dua prasasti kuno Kedukan Bukit (bertarikh 682) dan Talang Tuwo (684). Dari lereng bukit ditemukan pecahan-pecahan keramik dari masa dinasti T’ang dan Sung awal (abad 7-10M). Beranjak ke atas menuju puncak bukit, ada temuan arca Buddha berlanggam Amarawati,  reruntuhan stupa dari bahan batu pasir dan bata, arca Bodhisattwa batu, arca Kuwera, dan arca Buddha Wairocana dalam posisi duduk lengkap dengan prabha dan chattra. Ada juga pecahan fragmen prasasti batu yang ditulis dalam aksara Pallawa dan Bahasa Melayu Kuno, sebuah bukti tertulis yang menceritakan peperangan dan pesan moral dari persitiwa itu.

Di puncak bukit, yang kemudian menjadi tempat ziarah dan magnet ketertarikan pengunjung, ada kompleks pemakaman yang dipercaya menyimpan jasad para pembesar kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Di sini terdapat tujuh makam yang padanya direkatkan nama-nama; Raja Sigentar Alam, Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning, dan Panglima Bagus Karang.
Sebagian mitos yang merujuk ke kitab Sulalatus Salatin (kronik silsilah raja-raja Melayu berabjad Jawi yg ditulis abad 16) menyebutkan bahwa Bukit Seguntang ini merupakan tempat petilasan Sang Sapurba, yang dipercaya sebagai keturunan Raja Agung dari Macedonia: Iskandar Zulkarnain, yang kisahnya diceritakan juga dalam al-Quran. Sang Sapurba dianggap menurunkan raja-raja Melayu di Sumatera, Kalimantan Barat, dan Semenanjung Malaya. Juga, bukit Siguntang diibaratkan sebagai potongan Gunung Mahameru dalam kepercayaan Hindu-Buddha, dan dianggap suci karena menjadi habitat cikal bakal orang-orang Melayu.
Sedemikian banyak artefak beserta kandungan kisah sejarah yang ditemukan, menjadikan bukit ini sebagai bukti penting akan kejayaan peradaban Sriwijaya di masanya. Sumber lain dari catatan perjalanan pendeta China I Tsing tahun 671 dan 695 yang menyinggahi Sriwijaya menyebutkan bahwa bukit ini pernah menjadi semacam padepokan pusat pendidikan agama Buddha. Pada abad ke-9 bahkan tercatat ada 1000 orang pendeta Buddha berguru pada Maha Guru Suvarnadvipa Dharmakirti.
Satu hal yang perlu disadari oleh masyarakat kita bahwa warisan Sriwijaya yang paling melekat hingga kini adalah warisan bahasa Melayu yang mulai dipakai di zaman Sriwijaya sebagai bahasa pasar/pergaulan di daerah-daerah kekuasaannya, terutama di pelabuhan-pelabuhan yang menjadi tempat pertemuan berbagai suku bangsa nusantara. Bahasa ini kemudian mengejawantah menjadi bahasa Indonesia yang dipakai hingga kini, setelah mengarungi berbagai zaman hingga 1330 tahun lamanya.

Sebuah Bukit, Beragam Pesona
Bukit Siguntang yang rindang dan sejuk selayaknya menjadi sebuah tujuan wisata yang eksotik bagi warga sekitar ataupun pengunjung dari luar. Sebuah bukit yang memendam banyak pesona ini layak untuk dijadikan salah satu tujuan wisata unggulan, terlebih karena letaknya hanya sekitar 4 km dari pusat kota Palembang. Jalur transportasi menuju tempat ini sudah cukup memadai sehingga yang diperlukan hanyalah promosi yang gencar untuk lebih menarik pengunjung.
Selain perlu untuk lebih menata bukit ini agar tak nampak sebagai hutan belantara tak terurus, pihak pengelola juga perlu untuk memberikan asupan informasi terutama mengenai sejarah artefak-artefak yang ada di perbukitan ini. Sebagai salah satu saksi muasal peradaban Sriwijaya, bukit ini layak menjadi episentrum pengetahuan arkeologis. Apalagi ditengarai bahwa masih banyak artefak lain yang mungkin bertebaran di sekitar bukit yang indah ini. Juga makam-makam yang terdapat di puncak bukit ini perlu ditelusuri riwayat sejarahnya secara ilmiah, agar tak terkubur begitu saja dengan berbagai mitos dan takhayul yang mengaburkan nilai sejarahnya.
Sebagai situs sejarah, Bukit Siguntang tentu menarik untuk ditelusuri. Tak hanya arkeolog dan sejarahwan domestik saja, namun mungkin saja ilmuwan luar negeri tertarik untuk menggali lebih dalam kandungan sejarahnya. Apalagi diketahui bahwa beberapa peradaban Asia Tenggara semisal Khmer, Myanmar, Pattani bahkan China dan India punya keterkaitan historis dengan bukit ini.
Adalah sangat penting untuk lebih menggali pesona historis bukit ini, dengan menjadikannya sebagai pusat studi alam yang tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sejarah adalah memori kolektif bangsa, karena itu artefak sejarah ibarat kitab yang menunggu untuk dimaknai lebih jauh, lebih dalam, demi menggali perbendaharaan budaya bangsa yang kian lama kian terkikis modernisasi yang makin menjauhkan dari jati diri sejati bangsa ini.
read more

Jumat, 16 November 2012

Budidaya Jahe Menggunakan Media Karung

Budidaya Jahe Menggunakan Media Karung





Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal merupakan pembelajaran yang bersumber dari ciri khas keunggulan lokal daerah baik dari aspek ekonomi, budaya, lingkungan, teknologi, ekologi dan aspek lain yang menunjang keunggulan daerah.
Tujuan Pembelajaran Berbasis keunggulan lokal di terapakan di Sekolah Menengah mempunyai tujuan sebagai berikut : 
  1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya,
  1. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya,
  1. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya,
  1. Melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Implementasi PBKL di SMAN 1 Indralaya Utara dikembangkan dengan mengangkat materi budidaya Jamur Tiram dan Budidaya Jahe dalam karung. Sekolah bekerjasama dengan masyarakat yang berprofesi dalam budidaya Jamur Tiram dan Budidaya Jahe dalam karung. Siswa tidak hanya dibekali teori semata tapi siswa belajar langsung melakukan mulai dari awal pemilihan bibit penymaian, pemeliharan/proses sampai memanen hasil budidaya.
Sumber    : http://sman1ultra.sch.id/html/index.php?id=berita&kode=27
read more

Peringati Hari Lahir Sekolah, SMAN 1 Indralaya Utara Gelar Lomba dan Pameran Kreativitas Siswa

Peringati Hari Lahir Sekolah, SMAN 1 Indralaya Utara Gelar Lomba dan Pameran Kreativitas Siswa



Indralaya Utara- Momen Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara (Rabu, 22 Februari 2012) diperingati dengan cara berbeda tahun ini. Selain menyelenggarakan LCCMP  (Lomba Cerdas Cermat Mata Pelajaran) antar SMP/MTs Sederajat, sekolah juga menggelar  lomba Olimpiade Komputer dan Story Telling. Selain itu sekolah turut menggelar acara PANKREAS (Pameran Kreativitas Siswa).
Acara Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara dihadiri beberapa pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Drs. H. Baharuddin Noer, MM (Kepala Dinas Pendidikan), Ardha Munir, SH, MM (Kepala BNN Kab Ogan Ilir/ Komite Sekolah), Rudi Pasrah, S.Pd, M.Si ( Kabid SM Dinas Pendidikan) serta dihadiri oleh Kapolsek, Kepala Sekolah SMP, Kepala Sekolah SMA/SMK, tamu undangan dari berbagai instansi.
Acara berjalan seru dan khidmat yang dimulai dengan penampilan atraktif Marching Band SMAN 1 Indralaya Utara berkolaborasi dengan Atraksi Sulap Bayu Febrian (Siswa Kelas XII IPA) yang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan.
Dra. Darmawati, MM dalam sambutanya mengatakan “ Acara Hari Lahir bukan hanya sekedar acara seremonial rutin sekolah yang diadakan setiap tahun tapi harus bisa dijadikan sebagai intropeksi dan aksi untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik dan maju”.
Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pengguntingan pita pembukaan Pameran Kreativitas Siswa (PANKREAS) Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir Drs. H. Baharuddin Noer, MM. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan “Penyelenggaraan pameran kreativitas seperti ini harus senantiasa di fasilitasi oleh sekolah, ini penting untuk memacu motivasi kreativitas siswa dalam belajar”
Sementara itu Iwan Hermana, S.Pd (Guru Mata Pelajaran TIK) menambahkan “Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dipamerkan dalam PANKREAS ini sangat beragam ada Photografhy,Video Animasi, Blog, Kalender, Stiker, Poster, ID Card. Produk ini merupakan original karya siswa, Sekolah mencoba menerapkan pembelajaran berbasis produk, setiap pembelajaran harus ada produk yang dihasilkan”
Selamat Hari Lahir SMAN 1 Indralaya Utara, Semoga Ke Depan Bisa Lebih Baik dan Maju.
Jurnalistik Ultra
read more

profil sekolah ku

Profil Sekolahku



SMA Negeri 1 Indralaya berada di Kabupaten Ogan Ilir. Alamatnya Jl. Pesirah MatNang Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara. websitenya SMAN ULTRA Sekolah ini merupakan sekolah Unggulan, Patnership,  Model Berbasis ICT dan berbagai macam gelarnya (hhe…) Sekolah ini berdiri pada tahun 2005, namun sudah banyak mencetak bermacam prestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi bahkan nasional sekalipun. (woooowww!!!)

Sekolah ini merupakan sekolah pertama yang menerima pendaftaran Siswa Baru Tahun Pelajaran 2012/2013 juga dilakukan secara online. Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara adalah sekolah pertama yang menerima pendaftaran secara online se-SumSel.

Sekolah ini merupakan sekolah pertama yang menerima pendaftaran Siswa Baru Tahun Pelajaran 2012/2013 juga dilakukan secara online. Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara adalah sekolah pertama yang menerima pendaftaran secara online se-SumSel. Bukan hanya itu, SMAN ULTRA (julukannya) juga berhasil mengadakan MID Online yang merupakan sekolah pertama di Indonesia yang menggunakan fasilitas internet yang satu ini dengan website Edmodo.

SMAN ULTRA juga berprestasi dibidang akademik maupun non-akademik. SMAN ULTRA terkenal dengan Basketball dan Futsal nya dibidang non-akademik. Semoga SMAN ULTRA terus menunjukan peningkatnya dan memberikan inovasi-inovasi terbaru. 

VISI

“Mewujudkan warga SMAN 1 Indralaya Utara menjadi, Unggul, Luhur, Taqwa, Rasional dan Amanah (ULTRA)”.

Indikator Visi :

1)      Unggul ( Sehat, Menguasai Iptek, Cakap, Kreaktif dan Mandiri )

2)      Luhur ( Berbudi pekerti sesuai dengan budaya bangsa )

3)      Taqwa ( Taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama )

4)      Rasional ( Bersikap dan bertindak berdasarkan pertimbangan ilmiah )

5)      Amanah ( Melestarikan lingkungan hidup dan budaya bangsa serta cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara )



MISI

1)      Memberikan pembelajaran dan pembinaan serta bimbingan jasmani dan rohani yang intensif agar siswa menjadi insan yang sehat, menguasai Iptek, cakap, kreaktif dan mandiri.

2)      Menumbuhkan penghayatan terhadap nilai, norma dan budaya bangsa sebagai sumber keluhuran budi pekerti siswa.

3)      Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama dalam segala aspek kehidupan agar siswa menjadi insane yang taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama.

4)      Mendidik, membimbing dan melatih siswa berpikir rasional melalui kegiatan akademis maupun non akademis.

5)      Mengintensifkan kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara serta melestarikan lingkungan hidup dan budaya bangsa
read more

Pembuatan Briket dari Sampah

Pembuatan Briket dari Sampah

INDRALAYA,  Gerakan pengelolahan lingkungan Go-Green merupakan integrasi Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) pada kurikulum SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara. Kegiatan tersebut selain menanamkan sikap cinta terhadap lingkungan juga memanfaatkan sampah organik yang ada di lingkungan sekolah menjadi briket arang sampah.  Melalui kegiatan ini dharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Indralaya Utara dapat mengaplikaskan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun 2012 SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara menjalin kerjasama dengan STIKes Muhammadiyah Palembang.  Dengan program kemitraan tersebut, SMA Negeri 1 Indralaya Utara akan punya banyak alternatif metode untuk menangani sampah. Teknologi tersebut diharapkan bisa diterapkan oleh siapa pun dengan bahan baku yang mudah dan murah, yang lebih mendasar teknologi diharapkan mampu memberikan inspirasi tentang keterjagaan diri untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitar.
Prioritas Program SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara mengenai program SMA berbasis partnership tahun 2012 adalah peningkatan mutu, pengembangan keunggulan lokal, pengembangan kemitraan dan pengembangan layanan sekolah berwawasan lingkungan dan sekolah sehat. Keempat  program tersebut merupakan tahap pembinaan tahun ketiga yang dilaksanakan sekolah dalam rangka melaksanakan SNP dan PBKL yang berbasis partnership.  Prioritas program tersebut telah disusun oleh 130 SMA berbasis partnership menjadi program kerja tahun 2012/2013.
Sebagai bentuk implementasi dari program partnership tersebut, pada hari Kamis tanggal 27 September 2012 kemarin telah dilaksanakan pembuatan Briket Arang oleh Program Studi Kesehatan Lingkungan yang menggunakan bahan baku dari sampah dengan memanfaatkan sampah di lingkungan sekolah yang diikuti 20 orang siswa-siswi kelas X dan XI
read more

Asyiknya Belajar Di Alam

Asyiknya Belajar Di Alam


     Kamis pagi yang cerah (1 November 2012) dengan pancaran sinar matahari pagi  membuat siswa-siswi SMA Negeri 1 Unggulan Indrlaya Utara tampak lebih ceria dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran di kebun milik salah satu warga yang berada disamping sekolah. Dikebun ini anak-anak diajak untuk bereksplorasi dan berfantasi di kebun mulai dari mengenali tanaman,  cara memilih bibit, menyemai,menyiapakan media tanam, menanam, membersihkan gulma sampai memetik sayuran yang sudah siap panen serta bagaimana supaya produk yang dihasilkan bisa di terima oleh konsumen.
    Kegiatan ini dalam rangkaian Pembelajaran Berbasis Keunggulan lokal  di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara. Pembelajaran ini merupakan perpaduan dari 3 mata pelajaran yakni Mulok Pertanian, Ekonomi dan TIK,  Mata pelajaran Mulok Pertannian anak diajari budidaya sayuran langsung dengan praktisi, mata pelajaran ekonomi anak diajari bagaimana mencari peluang menghitung biaya yang dikeluarkan untuk bercocok tanam dan mata pelajara TIK belajar mempromosikan dan memasarkan melalui media teknologi informasi dan komunikasi terutama media internet.
   Drs. Jumadi Kardi, M.Si Plt Kepala Sekoalah SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara menuturkan ini adalah Pembelajaran berbasis keunggulan lokal yang dipadukan dengan beberapa mata pelajaran, kegiatan ini bertujuan belajar bersama-sama memanfaatkan potensi yang ada. Siswa juga dilibatkan dari awal, yakni dimulai dari pengolahan tanah atau media tanam sampai penanaman bibit. Setelah itu, di dampingi pula dalam proses merawat tanaman sampai berbuah dan siap dipanen. Siswa juga di bimbing tentang mencarai peluang, penghitungan modal, kebutuhan perawatan, hingga laba yang didapatkan.
   “Sungguh menyenangkan, kami bisa belajar langsung bagaimana mengolah tanah menjadi media tanam yang baik. Meskipun harus berpanas-panasan dan kotor, tapi kegiatan ini enjoy sekali dan yang lebih penting  pembelajaran ini sangat bermanfaat” kata Rahma Widya Asih dan Kartika.
    Siswa yang lain bernama Dila Badiro menambahkan belajar di lapangan lebih asik dan kami menjadi terinspirasi memaksimalakan lahan yang ada dijadikan sebagai peluang usaha, belajar secara langsung menambah semangat karena kebanyakan belajar itu di kelas saja.
    Iwan Hermana, S.Pd mengatakan Implementasi PBKL di SMAN 1 Unggulan Indralaya Utara berupaya memanfaatkan keunggulan lokal secara maksimal dengan memadukan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekologi, ekonomi dan teknologi informasi dan komunikasi, disamping anak-anak mempelajari  cara bercocok tanam, anak juga belajar bagaimana mempromosikan dan memasarkan melalui media teknologi informasi dan komunikasi
read more

PESTA BLOG SMAN 1 ULTRA 2012


                              PESTA BLOG SMAN 1 ULTRA 2012


OSIS SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara bekerjasama dengan ULTRA ICT Club akan mengadakan PESTA BLOG SMAN 1 ULTRA 2012. Bentuk kegiatan dalam Pesta Blog ini adalah Lomba Blog antar Kelas. Setiap kelas dituntut untuk menampilkan karya kreasinya baik berupa Artikel, Berita, Opini, Tips& Trik, Kata Mutiara,Humor, Galeri Foto dan kreasi  lainya yang bermuatan nilai inspiratif dan edukatif. 
Pelaksanaan Pesta Blog ini akan dimulai dari tanggal 17 november - 15 Desember 2012, rentang waktu sebulan ini adalah waktu untuk siswa mengupdate postinganya di blog, dalam waktu sebulan ini juga Tim Juri akan selalu memantau update blog setiap waktunya. Tim Juri terdiri dari Guru  dan Alumni SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara.
Jargon Pesta Blog ini Startup Edition - Make a Difference, kata ini sengaja diambil karena kegiatan ini adalah yang pertama diselenggarakan dan ingin membuat sesuatu yang berbeda dan bermanfaat.
read more

SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Terapkan Mid Semester Online

SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Terapkan Mid Semester Online


INDRALAYA, SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Kabupaten Ogan ilir Sumsel  di tahun pelajaran 2012/2013 menerapkan Ujian secara Online, Pelaksanaan ujian secara online diawali dari Mid Semester, Senin (22/10/12), di hari ke Tujuh  ada 4 mata pelajaran yang diujikan di Mid Semester Online yakni Sejarah, PAI, Geografi dan Sosiologi.
“Sejauh ini yang kami pantau pelaksanaan Mid Semester Online selama Tujuh hari ini berjalan lancar. Saya memantau langsung ke kelas-kelas, saya pantau pelaksanaan ini berjalan lancar. Kami mengapresiasi pelaksanaan Mid Semeter Online ini, Ujian Online ini sebagai bukti penerapan ICT di SMA Negeri 1 Indralaya Utara makin dirasakan ” kata Plh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Indralaya Utara Drs. Jumadi Kardi, M.SI.
Sesuai jadwal dari Wakasek Kurikulum pelaksanaan Mid Semester Online ini dilaksanakan 7 hari mulai dari tanggal 15 – 22 Oktober 2012.
Menurut Jumadi Kardi, Pelaksanaan Ujian Online ini akan menjadi agenda sekolah dalam mewujudkan Sekolah yang mengimplementasikan ICT dalam proses pembelajaran.
M Firdaus, S.Si, Wakasek Kurikulum mengatakan penerapan Ujian MID Online ini bertujuan untuk meningkat kualitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Indralaya Utara.
Pelaksanaan Mid Semeter ini menggunakan jaringan internet, Sebelum pelaksanaan Ujian Online ini Sekolah sudah menerapakan E-learning dalam pembelajaranya sehingga kendala akses internet sudah diantisipasi sebelumnya.
Iwan Hermana, S.Pd Kordinator Pusat Sumber Belajar menambahkan Walaupun Pelaksanaan Mid Semester secara online ini dilaksanakan untuk yang pertamakali ternyata berjalan lancar, hal ini dikarenakan persiapan soal dan maintance disiapkan sebelumnya dengan cukup matang.
read more

Siswa SMAN 1 Unggulan Indralaya Utara Sambut Kedatangan Peserta Pertukaran Pelajar dari Yogyakarta

Siswa SMAN 1 Unggulan Indralaya Utara Sambut Kedatangan Peserta Pertukaran Pelajar dari Yogyakarta



INDRALAYA UTARA- Siswa-siswi SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara menyambut  sebanyak 5 pelajar dari yogyakarta yang menjadi peserta pertukaran pelajar yang ditempat di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya  Utara. Para peserta pertukaran pelajar jogja ini akan belajar di sekolah ini selama 2 Minggu dari 7 November – 20 November 2012. Peserta Pertukaran  Pelajar ini juga akan tinggal bersama orang tua asuh selama dua minggu.

 Drs. Jumadi Kardi, M.Si Plt Kepala Sekolah dalam acara penyambutan mengatakan,” Para peserta ini akan belajar di kita di sekolah ini, mengenai budaya yang ada di Ogan Ilir dan kita juga akan banyak belajar dari kawan-kawan kita dari Yogyakarta ini” Kamis (9/11/2012).   Acara penyambutan ini berlangsung cukup hangat penuh keakraban,  para siswa SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara sangat antusias mengikuti acara penyambutan ini.

 Sebagaimana Informasi yang diterima Tim Ultra Jurnalistik, Tujuan dari pertukaran pelajar ini mengenalkan keanekaragaman dan adat istiadat di Indonesia terutama yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Kedepan diharapkan rasa nasionalisme dan rasa persatuan dan kesatuan antar pelajar semakin terasah.

 Di acara penyambutan ini, Para peserta pertukaran pelajar ini memperkenalkan diri  dan mengungkapkan kesan pertama berada di kabupaten Ogan Ilir, Aditya Novianto siswa kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta mengungkapkan kesan yang dirasakannya “ Ini pengalaman pertama saya tinggal di rumah yang dindingnya kayu atau tinggal di rumah kayu khas kabupaten Ogan Ilir”

 Haris Imam K siswa kelas XI SMAN 11 Yogyakarta menambahkann “ suasana disini sangat berbeda dengan di yogyakarta, disini bisa bebas memandangi kebo-kebo yang bebas berkeliaran, kalau di jogja agak susah liat kebo karena disitu kebonya dikandangi”
 Selain Aditya dan Haris ada  3 kawan lainya yang ditempat di SMA Negeri 1 Unggulan Indrlaya Utara,  Zoeys Zamharin siswi SMAN 3 Yogyakarta, Satria Adhi Pamarta Siswa SMAN 10 Yogyakarta dan Laksatya Wirawan siswa SMAN 1 Yogyakarta
read more

Penyerahan Hadiah Kelas Berkarakter

Penyerahan Hadiah Kelas Berkarakter


 
        Indralaya Utara, Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara dibawah pimpinan Ketua Kelas Prabowo Daradjatun mendapatkan penghargaan sebagai kelas berkarakter. Hadiah berupa piala Bergilir Kelas berkarakter, Sertifikat dan paket alat kebersihan. Hadiah diserahkan oleh Plt Kepala SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Drs. Jumadi Kardi, M.Si  usai Upacara Bendera, Senin (5/11/2012). 
       Selain kelas berkikarakter yang mendapatkan hadiah, ada juga penyerahan hadiah untuk Wali kelas berkarakter dan Siswa berkarakter, untuk wali kelas berkarakter diperoleh oleh Rusnani Dewi, S.Pd dan Siswa berkarakter masing-masing oleh Alfiqarisyaputra Kelas X-C, Liawati Kelas XI IPS 1 dan Imam Abiyu Hamid Siswa kelas XII IPS. 

         Drs.Jumadi Kardi, M.Si setelah pemberian hadiah mengatakan, hadiah yang diberikan merupakan reward atas kerja cerdas dan prestasi yang telah diraih oleh kelas, guru dan siswa "Jangan dilihat nilainya karena tidak seberapa. Tetapi ini bentuk penghargaan atas kerja cerdas dan prestasi yang telah diraih," katanya
read more

Jumat, 09 November 2012

SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA




Saya menuntut ilmu di SMA Negeri 1 indralaya Utara dan sekarang berada di kelas XI.IPA 2.
Sekolah saya adalah Sekolah MODEL SKM dan PSB yang berada di jalan Pesirah Mat Nang Tanjung pering.  SMA Negeri 1 Indralaya Utara Didirikan pada tahun 2005 Walaupun tergolong cukup muda, kinerja dan prestasi sekolah cukup membanggakan, itula yang menjadi kebanggaan Kab OGAN ILIR  yang menjadikan sekolah ini adalah sekolah dambaan bagi seluruh siswa yang berada di Kab Ogan Ilir dan umumnya Sumatera Selatan.

Dra. Darmawati, MM.  adalah kepala SMA Negeri 1 Indralaya Utara yang ke 4 sejak berdirinya sekolah ini pada tahun 2005. Lahir di Palembang pada tahun 1965. Menghabiskan masa kecil sampai selesai tingkat SLTA di Palembang. Jurusan Bahasa IndonesiaUNSRI Palembang membawanya menjadi seorang sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia.
read more
Blogger Template by Clairvo